Kamis, 02 Januari 2014

JIKA ANAK BERTANYA TENTANG ALLAH SWT

Anak kami AZMI sangat suka dibacakan buku, setiap buku yang kami bacakan selalu menimbulkan banyak pertanyaan di kepalanya. Sebagian besar buku AZMI adalah buku tentang Islam. Maka yang sering menjadi pertanyaannya adalah sbb:
Allah itu apa Umi? Allah itu seperti apa Umi? Allah itu dimana Umi? dll

 Banyak juga kan orang tua yang kebingungan untuk menjawabnya.
Simak artikel berikut ya, saya menemukannya di link teman, artikel yang ditulis oleh Ust. Yusuf Mansyur.



Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi "tak mau tahu" alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya...

Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:

Tanya 1: "Bu, Allah itu apa sih?"
Tanya 2: "Bu, bentuk Allahitu seperti apa?"
Tanya 3: "Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Tanya 4: "Bu, Allah itu ada di mana?
Tanya 5: "Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?"

Tanya 1: "Bu, Allah itu apa sih?

Jawablah :

"Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Tanya 2: "Bu, bentuk Allah itu seperti apa?"

Jangan jawab begini :

"Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu...." karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.

Jawablah begini :

"Adek tahu 'kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)

Tanya 3: "Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?

Jangan jawab begini :

Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.

Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]

Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.

Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) "barang" dan "sesuatu" yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai'un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.

Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af'al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af'al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.

[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua'lam}

Jawablah begini :

"Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?"

Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )

"Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak 'kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya 'kan?!"

Atau bisa juga beri jawaban :

Adek, lihat langit yang luas dan 'besar' itu 'kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit 'kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.

Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan "Melihat Tuhan".

Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek 'kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?

Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. "Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara."

Tanya 4: "Bu, Allah itu ada di mana ?

Jangan jawab begini :

"Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy."
Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah...berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]

Dia bersemayam di atas ’Arsy. <-- Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.

Juga jangan jawab begini :

"Nak, Allah itu ada di mana-mana."

Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.

Jawablah begini :

"Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada."

"Qalbun mukmin baitullah", 'Hati seorang mukmin itu istana Allah." (Hadis)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)

Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)

Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)

Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang." (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)

Tanya 5: "Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?"

Jangan jawab begini :

"Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga."

Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,"Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!"

"Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya." (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)

Jawablah begini :

"Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, 'kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.

Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)

Katakan juga pada anak:

"Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)

"Kenapa, Bu ?"

"Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu."

Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).

Allahua'lam.

Selasa, 24 Desember 2013

MENU BAYI 8 BULAN

Inilah menu FAIQ umur 8 bulan :)
teksturnya lebih kasar dibanding menu 7 bulan


Hari 1:
10:00: ubi ungu+kabocha+tahu
12:00: jeruk
16:00: ubi ungu+kabocha+tahu
BLW: tahu

Hari 2:
10:00: b. coklat+ayam+wortel
12:00: pir
16:00: b. coklat+ayam+wortel
BLW: wortel

Hari 3:
10:00: b. merah+ayam+kangkung
12:00: pir+kangkung
16:00: b. merah+ayam+kangkung
BLW: pir

Hari 4: 
10:00: b. coklat+ayam+wortel
12:00: apel+jeruk
16:00: b. coklat+ayam+wortel
BLW: wortel

Hari 5:
 10:00: b. merah+salmon+kangkung
12:00: pir
16:00: b. merah+salmon+kangkung
BLW: pir

Hari 6:
10:00: b.coklat+salmon+wortel
12:00: apel
16:00: b.coklat+salmon+wortel
BLW: apel

Hari 7:
10:00: b. coklat+tahu+kangkung
12:00: apel
16:00: b. coklat+tahu+kangkung
BLW: apel 

Hari 8 sd Hari 23
lupa tidak dicatat karena liburan di neneknya, sehingga menu harian memanfaatkan bahan-bahan yang ada :)

Hari 24:
10:00: nasi tim beras coklat+bit+kaldu+kuning telur rebus
12:00: pisang
16:00: nasi tim beras coklat+bit+kaldu+kuning telur rebus
 

Hari 25:
10:00: nasi tim b.coklat+jagung muda+kaldu+kuning telur
12:00: pepaya
16:00: nasi tim b.coklat+jagung muda+kaldu+kuning telur



Hari 26:
10:00: nasi tim b.coklat+brokoli+kaldu+kuning telur
12:00: pir
16:00: nasi tim b.coklat+brokoli+kaldu+kuning telur

Hari 27 sd Hari 30
Tidak ada catatan juga, saya kemana ya...
Tapi yang jelasnya menunya ga jauh beda dengan hari-hari sebelumnya

Hari 31:
10:00: tim havermut
12:00: apel
16:00: tim havermut
BLW: ubi ungu

Note:
- ada beberapa hari yang terlewat catatan menunya, tapi tidak jauh beda dengan menu hari-hari sebelumnya
- tekstur menu FAIQ sudah mulai kasar dibanding bulan sebelumnya
- Mulai hari ke-31 mulai diperkenalkan nasi tim 
- Menu 8 bulan ini diberikan dari tanggal 27 Juli - 26 Agustus 2013


MENU BAYI 7 BULAN

Menu FAIQ 7 bulan lebih terstruktur dibandingkan Menu AZMI, karena saya sengaja menyiapkan khusus, ditempel di kulkas biar gampang dilihat setiap harinya :)


Inilah menu FAIQ 7 bulan

Hari 1:
10:00: beras coklat+tahu+kabocha
12:00: melon
16:00: beras coklat+tahu +zucchini

Hari 2:
 10:00: beras merah+tahu+brokoli
12:00: melon + pir
16:00: beras merah+tahu+buncis

Hari 3:
10:00: beras coklat+tahu+brokoli
12:00: pepaya+melon
16:00: beras coklat+buncis+tahu

Hari 4: 
10:00: kentang+buncis+tempe
12:00: pisang+pir
16:00: kentang+tempe+brokoli

Hari 5:
10:00: kentang+tempe+buncis+zucchini
12:00: pepaya+melon
16:00: kentang+tempe+buncis+kabocha

Hari 6:

10:00: beras merah+brokoli+tempe
12:00: pisang+jeruk
16:00: beras merah+brokoli+tempe+kabocha

Hari 7:
 10:00: beras coklat+zucchini+tahu
12:00: pisang+pepaya
16:00: beras coklat+zucchini+tahu

Hari 8:
 10:00: beras coklat+tahu+kabocha
12:00: pepaya+melon
16:00: beras coklat+tahu+buncis+zucchini

Hari 9:
 
10:00: bubur kacang ijo+tahu+brokoli
12:00: pir+pepaya
16:00: bubur kacang ijo+tahu+brokoli

Hari 10:
10:00: beras merah+labu siam+tempe+kabocha
12:00: melon+pepaya
16:00: beras merah+labu siam+tempe+zucchini

Hari 11:
10:00: beras coklat+tempe+labu siam
12:00: semangka
16:00: beras coklat+tempe+labu siam

Hari 12:
 10:00: beras coklat+tempe+labu siam
12:00: semangka+pepaya
16:00: beras coklat+tempe+labu siam



Hari 13:
 10:00: ubi ungu+wortel+tahu+kabocha
12:00: semangka+melon
16:00: ubi ungu+wortel+tahu+kabocha

Hari 14:
 
10:00: ubi ungu+jagung+tahu+zucchini
12:00: pepaya+melon
16:00: ubi ungu+jagung+tahu+zucchini

Hari 15:
10:00: ubi ungu+jagung+tahu
12:00: melon+pir
16:00: ubi ungu+jagung+tahu

Hari 16:
 10:00: beras merah+brokoli+tempe
12:00: semangka
16:00: beras merah+brokoli+tempe

Hari 17:
10:00: beras coklat+labu siam+tempe+kabocha
12:00: semangka+melon
16:00: beras coklat+labu siam+tempe+kabocha

Hari 18:
10:00: beras merah+brokoli+tempe+zucchini
12:00: semangka+melon
16:00: beras merah+brokoli+tempe

 Hari 19:
10:00: ubi ungu+tahu+jagung
12:00: pepaya
16:00: ubi ungu+tahu+jagung
BLW: jagung
malam: ubi ungu 

 
 Hari 20:
10:00: b.coklat+tahu+labu siam
12:00: semangka+pepaya
16:00: b.coklat+tahu+labu siam
BLW: labu siam


 Hari 21:
10:00: b.merah+tahu+zucchini
12:00: jeruk+pepaya
16:00: b.merah+tahu+zucchini
BLW: tahu

 Hari 22:
10:00: b. coklat+tahu+jagung
12:00: semangka+pepaya
16:00: b. coklat+tahu+jagung
BLW: jagung

 Hari 23:
10:00: b.coklat+ikan salmon+brokoli
12:00: apel
16:00: b.coklat+ikan salmon+brokoli
BLW: brokoli

Hari 24:
10:00: b.coklat+brokoli+tahu
12:00: apel
16:00: b.coklat+brokoli+tahu
BLW: apel

Hari 25:
10:00: b.merah+bayam+tempe
12:00: apel
16:00: b.merah+bayam+tempe
BLW: tempe
 
Hari 26:
10:00: ubi ungu+tempe+bayam
12:00: blewah
16:00: ubi ungu+tempe+bayam
BLW: tempe
 
Hari 27:
10:00: b. merah+bayam+tahu
12:00: blewah+melon
16:00: b. merah+bayam+tahu
BLW: tahu

Hari 28:
10:00: b. coklat+tahu+brokoli
12:00: pir+melon
16:00: b. coklat+tahu+brokoli
BLW: brokoli

Hari 29:
10:00: b. merah+brokoli+tempe
12:00: pir+semangka
16:00: b. merah+brokoli+tempe
BLW: tempe

Hari 30:
10:00: b. coklat+bayam+tempe
12:00: pir+pepaya
16:00: b. coklat+bayam+tempe
BLW: tempe

Catatan:
- Faiq alergi salmon, dihentikan dulu untuk kemudian dicoba kembali
- Menu diberikan dari tanggal 27 Juni - 26 Juli 2013